Free Banana Dancing ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Bani Menulis dan Bercerita: Jangan Menyerah

Minggu, 26 Juli 2009

Jangan Menyerah

Terinspirasi dengan obrolan with seorang wartawan, sehabis dia liputan di daerah pelosok di suatu kabupaten. Lalu, saya komentar begini, “Wah, berarti seorang jurnalis itu lebih terasah nuraninya ya. Karena seringkali melihat realita menyakitkan di depan mata”. Dia cuma senyam senyum sambil melihat saya. Ini juga salah satu alasan kenapa saya begitu senang berkenalan dan akrab dengan jurnalis. Sampe bela-belain nyari suami wartawan. Karena pasti pinter, cerdas, analisanya bagus. Tidak hanya banyak membaca buku, tapi banyak membaca realita. Haha.. alasannya spekulatif ya?. Tidak papa kan punya cita-cita begitu. Meski sering di ejek ama temen-temen. Bahkan ada yang komentar sadis begini, “Apa? Wartawan? Gak punya masa depan!”.. Hua ha ha, saya tertawa sejadi-jadinya menanggapi komentar teman saya itu.

Jangan Menyerah
oleh: d Masiv

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to: Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Bridge:
Jangan menyerah (6x)

Back to: Reff 1 & Reff 2

Coda:
Dan tak kenal putus asa (2x)


Terinspirasi dengan obrolan with seorang wartawan, sehabis dia liputan di daerah pelosok di suatu kabupaten. Lalu, saya komentar begini, “Wah, berarti seorang jurnalis itu lebih terasah nuraninya ya. Karena seringkali melihat realita menyakitkan di depan mata”. Dia cuma senyam senyum sambil melihat saya. Ini juga salah satu alasan kenapa saya begitu senang berkenalan dan akrab dengan jurnalis. Sampe bela-belain nyari suami wartawan. Karena pasti pinter, cerdas, analisanya bagus. Tidak hanya banyak membaca buku, tapi banyak membaca realita. Haha.. alasannya spekulatif ya?. Tidak papa kan punya cita-cita begitu. Meski sering di ejek ama temen-temen. Bahkan ada yang komentar sadis begini, “Apa? Wartawan? Gak punya masa depan!”.. Hua ha ha, saya tertawa sejadi-jadinya menanggapi komentar teman saya itu.

Anyway bushway, lagu ini hadir ketika saya merasa lelah dengan segala yang saya peroleh selama ini, Lika liku jalan hidup saya, berpisah dari orang tua, cita-cita saya yang segudang itu, cobaan di tempat kerja, menuntut kesabaran lebih. Sebuah lagu akan bermakna jika yang mendengarkan merasakan hal yang sama dengan lirik lagunya. Sebuah lagu bisa jadi inspirasi bagi yang mendengarkan. Menjadi lebih baik atau sebaliknya. Lagu ini buat saya semangat. Semangat bekerja, semangat berkawan, semangat membantu sesama, semangat mensyukuri segala yang Allah berikan. Orang tua yang begitu mencintai dan menyayangi saya, sampai-sampai di telpon mulu, maklum, anak gadis tinggal sendiri, ^_^…Bersyukur atas nikmat yang tak terhitung banyaknya. Indra yang lengkap, mata, telinga, lidah, kulit, hidung, dan masih banyak lagi nikmat yang lain-Nya. Kalaulah pohon menjadi pena, dan lautan menjadi tinta untuk menuliskan nikmat-Nya, takkan pernah habis tertulis. Sepakat? Saya rasa semua akan meng-iya kan. Bahasanya ESQ nih, anggukan universal, bahwa ada sesuatu di luar diri manusia yang lebih besar dan lebih kuasa, Dialah Allah, pemilik semesta alam, pemilik jagad raya.
Terima kasih d’masiv… dan terimakasih buat orang-orang terkasih di sekitar saya. Eh, saya mau list satu-persatu dulu ah, kawan2 yg buat saya jadi seperti sekarang ini, mau ngucapin makasihhhhhhhhhhhhh banged… buat bani jadi lebih dewasa, buat Bani ceriaaa selalu… arigato….jazakumullahu khairan katsira..^_^

1. Teman2 di KAMMI, seperti eka, tati, sandy, bang hemri, bang Dede, bang aziz, reni, kak asma, kak astri, ummi, sahri, wawan, fitra, marhadi, doakan aku selalu istiqomah. Dan teman2 yg lain yang gak bisa di sebutin satu-satu...

2. Teman2 wartawan, kak dian equator, kak uli TP, iin, wira, bang hasyim, pak asmadi, bang mahmudi equator, dan kawan2 yg lain lah

3. Teman2 di ganesha operation: mb wita, kak ais, mb Na, mb desi, icha, dian, ros, sari, lika dan pak Ch..hehe, piss boss!

4. Teman2 di ptk barat: bang pram, kak mas, lisna, kak rara, ica, fitri, etc...banyak deh... ada 2000 lah..hehe..lebayyyy...

5. Teman2 di LPS: akang, ratih, bang asmi, ripal.. *kitak kemane jak? :D

6. Kawan2 blogger: fitri ozinuka, sahlah, ramdan, munim, kanada, wawan azhar, dan semuanya deh...

7. Kawan penulis: bang martin siregar... just for you :)

8. Kawan2 di FKIP dulu, mathematic ranger angkatan 2003, kawan2 di tarbawi, di HIMMAT, di BEM FKIP

9. Kawan2 di SMP 9 Singkawang : Bu novi, kak dede, mb dani, mb ary, okta, kak nana, kak ita... harus sabar menghadapi musibah di sekolah.

10. Kawan2 di fesbuk. i love u all...muachhh...^_^



2 komentar:

Vitha mengatakan...

ah, bani aku mulai merindukanmu..hiks,
sahabat yang pernah bersama menguatkan semangat dilingkaran cahaya...

wawan azhar mengatakan...

wuaaaaaaaaaaaaa.... angin segar singkawang menyadarkan dikau ya ban.... Amin deh... moga lu dapat Wartawan.... do'anya itu kan...^_^..