Free Banana Dancing ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Bani Menulis dan Bercerita

Minggu, 29 Mei 2011

After Midnight

Bangun jam 1. Ampe jam 3 mata masih melek. So, sembari membuka laptop dan membaca beberapa blog kawan2, saya sempet-sempetin cium2 suami yg lagi tertidur pulas. Kecapean setelah pulang silaturahim kawan 1 liqoan nya. Hehe

Well, sebetulnya gak ada yang spesial.saya cuma penasaran. Kok blog saya tidak lagi bisa menampilkan perintah "See more". Padahal sudah saya setting dari dulu. So, malam ini begadang buat ngutak-ngatik blog saya, supaya bisa terisi lagi kayak dulu.

Jujur, saya kangen ngeblog kayak dulu lagi...

Jumat, 05 Februari 2010

Kisah Tanpa Judul

*Kisah Tanpa Judul*

Kini, aku tak tau apa-apa tentangmu

Kini, satu-satunya penghubung antara kau dan aku adalah masa lalu kita.

Wangi parfum yang semerbak. Sepotong rindu dalam kotak kenangan.
Handphone yang dihujani pesan singkat bernada kangen.


Mungkin kini, kau juga sudah bahagia

Mungkin kau juga lupa tentang kenangan kita

Tapi, ingatanku kepadamu bersemayam disini. Tentangmu yang selalu datang setiap hari. Setiap hari. Hanya untuk melihatku dari dekat. Memintaku berada disisimu seharian. Menelponku setiap kali kau ingin dengar suaraku. Mengirimiku pesan singkat tentang cintamu padaku.


Ya, itu memang hanya masa lalu kita.
Dulu. Dulu sekali, kau pernah bertanya
“Mengapa kau tertarik padaku?”
Berkali-kali kau tanya begitu padaku.

Padahal, aku tak pernah meragukan pilihanku padamu. Bahkan ketika masa lalumu hadir dalam hubungan kita. Kau tau? Aku berusaha menahan kesakitan ini, tiap kali ia hadir mencoba menjauhkanku dari cintamu.

Aku seperti menghitung mundur untuk sesuatu yang kutakutkan selama ini. Jauh darimu. Jauh dari kasihmu, dari perhatianmu. Saat kau sudah tak lagi menghiraukan pesan singkat yang kukirim. Kau membalasnya, tapi lebih banyak bernada tak enak. Pertemuan kita, tak menghasilkan apa-apa. Ketika kita ingin membicarakan apa yang terbaik untuk kita, kau pun menjauh. Jauh dariku. Hingga kita seperti tak saling mengenal. Dingin. Beku seperti batu es. Keras seperti karang dilaut.


Ketika aku mendapatimu di sebuah tempat. Ya, aku ingat betul, bukankah tempat itu adalah awal pertemuan kita? Ketika itu, kau hanya tersenyum, tapi tak ada sedikitpun suaramu menyapaku. Tak berselang lama, aku pun pamit. Air mataku sudah menggenang di pelupuk mata dan menganak sungai ketika secepat mungkin aku pamit dari hadapanmu.

Aku ingin menyapamu

Ingin menanyakan kabarmu

Ingin menanyakan aktivitasmu

Ingin menanyakan bagaimana perasaanmu setelah kita berjauhan?

Setelah lama kita tak saling menyapa

Aku juga ingin mendengar kisah perjalananmu selama ini

Mungkin, kau sudah berganti hati sekarang

Aku juga tak tau

Ketika kau memilih untuk jauh dariku
Apa itu karena salahku ataukah salahmu?
Ataukah keadaan yang membuat kita jadi seperti ini?
Atau memang tak ada yang patut disalahkan?


Ketika aku memutuskan untuk tak lagi mengingatmu, justru ingatan2ku kepadamu semakin berloncatan dari benak dan pikiranku. Satu-persatu potongan-potongan kenangan itu keluar dan memintaku untuk menyusunnya kembali menjadi rangkaian indah kehidupan yang pernah kita rancang bersama. Semestinya, kita bisa lebih kuat terhadap apapun yang menjadi penghalang bangunan cinta yang sudah kita bangun selama ini. Semestinya....


*Terinspirasi dari lagunya Clay Aiken, ni liriknya ya.. Buat yang seneng sama lagu-lagu lama.. hehe..

Right Here Waiting

Oceans apart, day after day
And I slowly go insane
I hear your voice on the line
But it doesn't stop the pain

If I see you next to never
But how can we say forever

Wherever you go, whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I took for granted, all the times
That I thought would last somehow
I hear the laughter, I taste the tears
But I can't get near you now

Oh, can't you see it, baby
You've got me goin' crazy

Wherever you go, whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I wonder how we can survive
This romance
But in the end if I'm with you
I'll take the chance

Oh, can't you see it, baby
You've got me goin' crazy

Wherever you go, whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

Waiting for you


Minggu, 26 Juli 2009

Jangan Menyerah

Terinspirasi dengan obrolan with seorang wartawan, sehabis dia liputan di daerah pelosok di suatu kabupaten. Lalu, saya komentar begini, “Wah, berarti seorang jurnalis itu lebih terasah nuraninya ya. Karena seringkali melihat realita menyakitkan di depan mata”. Dia cuma senyam senyum sambil melihat saya. Ini juga salah satu alasan kenapa saya begitu senang berkenalan dan akrab dengan jurnalis. Sampe bela-belain nyari suami wartawan. Karena pasti pinter, cerdas, analisanya bagus. Tidak hanya banyak membaca buku, tapi banyak membaca realita. Haha.. alasannya spekulatif ya?. Tidak papa kan punya cita-cita begitu. Meski sering di ejek ama temen-temen. Bahkan ada yang komentar sadis begini, “Apa? Wartawan? Gak punya masa depan!”.. Hua ha ha, saya tertawa sejadi-jadinya menanggapi komentar teman saya itu.

Jangan Menyerah
oleh: d Masiv

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to: Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Bridge:
Jangan menyerah (6x)

Back to: Reff 1 & Reff 2

Coda:
Dan tak kenal putus asa (2x)


Terinspirasi dengan obrolan with seorang wartawan, sehabis dia liputan di daerah pelosok di suatu kabupaten. Lalu, saya komentar begini, “Wah, berarti seorang jurnalis itu lebih terasah nuraninya ya. Karena seringkali melihat realita menyakitkan di depan mata”. Dia cuma senyam senyum sambil melihat saya. Ini juga salah satu alasan kenapa saya begitu senang berkenalan dan akrab dengan jurnalis. Sampe bela-belain nyari suami wartawan. Karena pasti pinter, cerdas, analisanya bagus. Tidak hanya banyak membaca buku, tapi banyak membaca realita. Haha.. alasannya spekulatif ya?. Tidak papa kan punya cita-cita begitu. Meski sering di ejek ama temen-temen. Bahkan ada yang komentar sadis begini, “Apa? Wartawan? Gak punya masa depan!”.. Hua ha ha, saya tertawa sejadi-jadinya menanggapi komentar teman saya itu.

Anyway bushway, lagu ini hadir ketika saya merasa lelah dengan segala yang saya peroleh selama ini, Lika liku jalan hidup saya, berpisah dari orang tua, cita-cita saya yang segudang itu, cobaan di tempat kerja, menuntut kesabaran lebih. Sebuah lagu akan bermakna jika yang mendengarkan merasakan hal yang sama dengan lirik lagunya. Sebuah lagu bisa jadi inspirasi bagi yang mendengarkan. Menjadi lebih baik atau sebaliknya. Lagu ini buat saya semangat. Semangat bekerja, semangat berkawan, semangat membantu sesama, semangat mensyukuri segala yang Allah berikan. Orang tua yang begitu mencintai dan menyayangi saya, sampai-sampai di telpon mulu, maklum, anak gadis tinggal sendiri, ^_^…Bersyukur atas nikmat yang tak terhitung banyaknya. Indra yang lengkap, mata, telinga, lidah, kulit, hidung, dan masih banyak lagi nikmat yang lain-Nya. Kalaulah pohon menjadi pena, dan lautan menjadi tinta untuk menuliskan nikmat-Nya, takkan pernah habis tertulis. Sepakat? Saya rasa semua akan meng-iya kan. Bahasanya ESQ nih, anggukan universal, bahwa ada sesuatu di luar diri manusia yang lebih besar dan lebih kuasa, Dialah Allah, pemilik semesta alam, pemilik jagad raya.
Terima kasih d’masiv… dan terimakasih buat orang-orang terkasih di sekitar saya. Eh, saya mau list satu-persatu dulu ah, kawan2 yg buat saya jadi seperti sekarang ini, mau ngucapin makasihhhhhhhhhhhhh banged… buat bani jadi lebih dewasa, buat Bani ceriaaa selalu… arigato….jazakumullahu khairan katsira..^_^

1. Teman2 di KAMMI, seperti eka, tati, sandy, bang hemri, bang Dede, bang aziz, reni, kak asma, kak astri, ummi, sahri, wawan, fitra, marhadi, doakan aku selalu istiqomah. Dan teman2 yg lain yang gak bisa di sebutin satu-satu...

2. Teman2 wartawan, kak dian equator, kak uli TP, iin, wira, bang hasyim, pak asmadi, bang mahmudi equator, dan kawan2 yg lain lah

3. Teman2 di ganesha operation: mb wita, kak ais, mb Na, mb desi, icha, dian, ros, sari, lika dan pak Ch..hehe, piss boss!

4. Teman2 di ptk barat: bang pram, kak mas, lisna, kak rara, ica, fitri, etc...banyak deh... ada 2000 lah..hehe..lebayyyy...

5. Teman2 di LPS: akang, ratih, bang asmi, ripal.. *kitak kemane jak? :D

6. Kawan2 blogger: fitri ozinuka, sahlah, ramdan, munim, kanada, wawan azhar, dan semuanya deh...

7. Kawan penulis: bang martin siregar... just for you :)

8. Kawan2 di FKIP dulu, mathematic ranger angkatan 2003, kawan2 di tarbawi, di HIMMAT, di BEM FKIP

9. Kawan2 di SMP 9 Singkawang : Bu novi, kak dede, mb dani, mb ary, okta, kak nana, kak ita... harus sabar menghadapi musibah di sekolah.

10. Kawan2 di fesbuk. i love u all...muachhh...^_^



Senin, 15 Juni 2009

Dragon Sakura


DRAGON SAKURA

Karakter tokoh:
1. Sakuragi Sensei : Seorang pengacara, dulunya mantan anggota geng balap. Dia menyiapkan murid2 sekolah Ryuuzan dengan rata-rata 36 untuk memasuki universitas bergengsi di Jepang
2. Ino – Chan : Guru bahasa inggris di Ryuuzan. Satu2nya guru yang peduli dengan nasib dan masa depan anak didiknya
3. Yajima Kun : murid pertama kelas khusus yang di siapkan untuk memasuki Todai.
4. Ogata - Kun : cowok cakep yang lucu, memiliki ayah yang begitu angkuh dan tak menghargai setiap usahanya. Jadi, nih cowok benci banget ama bokapnya.
5. Kousaka - San : Pacarnya Yajima. Ehehe… abisnya bingung mau nulisin karakternya
6. Kobayashi : Cewek paling childish dan paling lucu di antara 6 murid kelas khusus
7. Okuno – Kun : Cowok yang selalu di remehkan oleh keluarganya bahkan oleh saudara kembarnya yang bersekolah di Shuumeikan (SMU nomer 1 di Jepang). Polos, dan begitu baik pada siapapun.
8. Mizuno – San : cewek, anak yatim, yang harus membantu ibunya mengurus restoran.


Pernah nonton dragon sakura? Kalo pernah, gak papa kan saya ceritakan ulang dalam bentuk tulisan. Kalo gak pernah, atau baru denger sekarang, ini kesempatan bagi saya untuk berbagi bersama para pemirsa dan pembaca sekalian. Hehe….Cerita berseri asal negri sakura ini menceritakan tentang seorang pengacara bernama Sakuragi, seorang mantan anggota geng balap. Dia mendapat tugas untuk menangani sekolah Ryuuzan yang kemungkinan akan segera bangkrut. Karena manajemen yang tidak bagus dari sekolah. Selain itu, Sekolah Ryuuzan juga memiliki seorang Direktur (Kepala Sekolah) yang korup. Huhh…. Apa aja yang bisa di korup dari sekolah, maka niscaya akan di manfaatkannya. Hobynya? Shoppinggggggggg… cape dehhh.



Sekolah Ryuuzan adalah salah satu sekolah tingkat menengah atas yang terkenal dengan kebodohan muridnya. Average test nya ajah cuma 36 dari 100. Haha….. universitas mana yang akan menerima siswa dengan nilai di bawah rata-rata? Jadi, siswa lulusan di Ryuuzan selalu di anggap remeh, di pandang sebelah mata. Setiap kali seorang siswa mengatakan bahwa dia berasal dari sekolah Ryuuzan, maka jangan harap orang akan bersikap hormat, yang ada adalah cemoohan. Jadi, gak ada yang bisa di banggakan di sekolah tersebut.
Nah, Sakuragi di tantang untuk menyelesaikan kasus Ryuuzan. Dia merenung, langkah apa yang harus di lakukan. Dia memutuskan akan mempertahankan sekolah Ryuuzan. Dengan metode pembelajaran yang sama sekali berbeda dengan biasanya. Ia ingin menjadikan sekolah Ryuuzan menjadi sekolah favorite 5 tahun kedepan. Tahun pertama, dia berjanji akan meloloskan 5 siswa Ryuuzan untuk masuk ke TODAI (Tokyo Daigaku) atau Universitas Tokyo. Dan drama ini menceritakan keajaiban-keajaibannya.


Todai adalah universitas nomor 1 di Jepang. Semua orang ingin masuk Todai. Universitas bergengsi ini memiliki ujian masuk yang sangat ketat. Ide Sakuragi Sensei sontak mendapat cemoohan dan tertawaan dari para guru di Sekolah Ryuuzan. Banyak yang tidak percaya dan mengatakan ini adalah suatu hal yang mustahi. Takkan mungkin terjadi dengan usaha apapun. Dan yang mengherankan lagi, para guru ini berusaha menggagalkan Sakuragi Sensei untuk membuat kelas khusus bagi para siswa yang menjadi target akan diluluskan ke TODAI. Duh..aneh-aneh aja deh gurunya…..dan mereka berharap bahwa Sakuragi akan segera angkat kaki dari sekolah Ryuuzan.



Pelajaran moral nomor 1: ternyata ada banyak orang di sekitar kita adalah pembunuh mimpi-mimpi kita, tanpa kita sadari, orang-orang terdekat kita bahkan meremehkan kemampuan yang kita punyai. Mereka melemahkan semangat kita. Tak terkecuali guru-guru di sekolah, yang terlalu underestimate terhadap kemampuan anak-anak didik mereka. Bahkan ADA juga guru yang merasa menang, ketika nilai para murid rendah, itu karena menjadikan mereka berarti dan merasa di butuhkan. Haddohhh…kok masih ada ya guru yang begitu, dan jangan dikira gak ada lho guru yang seperti itu. Artinya, mereka gak mau kalah, selalu ingin menang, selalu ingin jadi yang terhebat, gak mau di kalahin sama murid. Yah, bukan manusia pembelajarlah pokoknya….



Nah, apa yang pertama dilakukan oleh Sakuragi Sensei? Hal pertama adalah meyakinkan para siswa agar ada yang mau memasuki kelas khusus yang di ciptakan bagi calon-calon mahasiswa TODAI? Actually, they have low motivation in learning. Its too bad. So, langkah pertama yang di lakukan Sakuragi adalah melihat semua data para murid-murid dan menyortir nya sehingga didapatlah seorang target. Tidak hanya data dari sekolah, tapi Sakuragi juga menelusuri kehidupan siswa tersebut. Ia malah memilih siswa-siswa yang memiliki masalah dengan keluarga, atau masalah keuangan. Dan akhirnya, didapatlah seorang murid pertama yang akan menjadi siswa kelas khusus, ia bernama Yajima Kun. Seorang pemuda yang hidup bersama ibunya, ditinggal ayahnya yang brengsek dan meninggalkan hutang yang banyak. Jadi, si Yajima ini berniat untuk berhenti sekolah dan memutuskan untuk membantu ibunya yang di lilit hutang yang begitu banyak dan takkan terbayar, meski Yajima bekerja sebagai kuli setiap hari. Sakuragi menemui Yajima dan memintanya untuk menjadi murid di kelas khusus. Kontan Yajima menolak. Yah, ibaratnya, impossible gitu lho, kalo dia bakalan lulus ke Todai. Tapi, dengan trik yang jitu, Sakuragi “membeli” hidupnya Yajima, dengan syarat dia mau menjadi murid kelas khusus. Apa itu? Sakuragi melunasi hutang-hutang ibunya Yajima. Dan yajima akhirnya bersedia menjadi murid pertamanya. Yajima pun menghentikan aktivitasnya sebagai salah satu anggota band di sekolah. Sontak teman2 satu band nya kaget. Dan yang utama, Yajima selalu teringat kata-kata Sakuragi, bahwa orang bodoh akan terus di bodohi. Bekerja pun tak akan sesuai dengan gaji yang akan diperoleh. So, u must enter Todai!! Karena masyarakat akan lebih menghormati orang yang berpendidikan tinggi.



Eng ing eng..tibalah hari pertama untuk kelas khusus, Yajima pun datang ke sekolah. Tak lama berselang, 3 orang berikutnya yang tak lain adalah teman band nya, yaitu Kousaka, Ogata dan Kobayashi, menjadi murid di kelas khusus. Berarti sudah 4 orang. Sakuragi harus mencari lagi 1 orang, agar genap 5 orang. Pilihannya jatuh pada Mizuno. Susah payah Sakuragi membujuknya agar mau menjadi siswa di kelas khusus. Ohya, satu lagi, Sakuragi ini orangnya keras, dan dalam menyadarkan orang akan kesalahannya, dia akan bersikap sedingin mungkin, sehingga orang itu menyadari sendiri kesalahannya. Pada Mizuno, ia mengatakan, bahwa hidup kita akan berubah 180 derajat ketika berhasil memasuki Todai. Mizuno merasa tergugah, tentu saja ia tak mau menjadi pelayan di restoran ibunya seumur hidupnya. Ia ingin merubah takdir hidupnya. Ia ingin merubah anggapan orang-orang terhadapnya. Dan lengkaplah sudah, 5 siswa kelas khusus untuk memasuki Todai.


Pelajaran moral nomor 2: terkadang, setiap kita membutuhkan “tamparan” keras dalam hidup ini, agar menyadari bahwa apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan tidak selamanya benar. Dan kita membutuhkan orang lain agar mampu menyadari kesalahan-kesalahan kita. Maka dari itu, bersiaplah menerima kritikan, jangan kebakaran jenggot kalo di sindir2. Hehe.. bersikap bijaklah, berjiwa besarlah. Karena orang-orang besar selalu berpikir besar.


Apa yang selalu di katakan oleh Sakuragi kepada 5 siswa kelas khusus? “All of you will enter TODAI”. Mereka selalu mengulang-ulang visi mereka. Hari demi hari berlalu. Guru-guru spesial di datangkan dengan teknik mengajar yang sangat mengasyikkan. Ngerjain soal matematika dengan main pingpong! Ngapalin rumus matematika dengan olahraga. Mereka jadi kayak main2 ajah. Intinya “Matematika itu adalah olahraga dan musik”. Pertama kali kita memegang alat musik, kita tak pernah tau bagaimana caranya. Tapi, apa yang kita lakukan. Latihan terus menerus bukan? Apa yang kita lakukan jika gagal memainkannya? Kita akan memperbaiki teknik permainannya bukan? Nah, itulah belajar. Berani mencoba! Berlatih terus tanpa ada kata menyerah. Nah, karena menarik sekali metode pembelajarannya, si cowok yang tampak bloon ini(hehe…) namanya Okuno, tertarik ingin masuk kelas khusus. Jadilah mereka ber-6 sekarang. Calon-calon mahasiswa Todai.


Hari demi hari berlalu. Semakin dekat dengan musim gugur, saat ujian musik Todai akan dimulai. Mereka sudah mulai bisa menguasai beberapa materi pelajaran yang di ujiankan. Jatuh bangun selama belajar sudah di rasakan oleh kelima siswa ini. Tapi, setiap kali mereka menyerah dan mengatakan, tak akan masuk Todai, setiap kali itu pula, Sakuragi Sensei selalu mengingatkan mimpi dan cita-cita mereka dan menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan ketika berhasil memasuki universitas bergengsi itu.


Dan tibalah, ujian olok-olok masuk Todai (Kayak try out gitu dey). Kelima siswa tidak di persiapkan begitu matang. Mereka belajar seperti biasa. Tentu Sakuragi memiliki maksud dengan tidak memberi tambahan les lebih banyak kepada siswa2 ini. Satu hal yang selalu di ulang-ulang oleh Sakuragi dan di ikuti para siswa adalah “Ujian adalah sebuah dialog. Pertama, dialog dengan orang lain, kemudian dialog dengan diri sendiri”.
Finally, mereka selesai juga tes uji coba masuk Todai. Mereka kembali ke kelas. Dan hasil ujian mereka di nilai oleh para guru spesial dan Sakuragi sensei. Hasilnya?? Kelima siswa tersebut mendapat nilai E! artinya kemungkinan masuk Todai hanya 5 %. Hanya 1 orang yang mendapat D. Wah, gak bakalan ngira deh, dia adalah Okuno – Kun!!! Kalo dapet D, berarti kemungkinan masuk Todai adalah 20%. Tentu saja mereka kecewa yang sangat-sangat. Mereka merasa sudah belajar keras, siang dan malam. Sekali lagi, mereka memutuskan akan menyerah dan tak berniat lagi memasuki Todai.


Pelajaran moral nomor 3: Dengan membiarkan mereka belajar seperti biasa tanpa penambahan, sebenarnya Sakuragi Sensei ingin mengatakan, bahwa ujian coba2 bukanlah untuk mendapat nilai terbaik. Namun, ini justru cara terbaik agar mereka tahu, agar mereka memahami bahwa belajar normal saja tidak cukup!! Bahwa dengan ujian, mereka tau banyak hal sulit. Maka selesaikan lah dengan menang. Masih ada beberapa bulan sebelum musim gugur itu tiba. Yah,dalam ujian sekolah, hanya ada jawaban yang benar. Tapi dalam hidup ini, ada banyak jawaban yang benar.


Selanjutnya, selain masuk dalam kelas khusus dengan guru-guru yang spesial, Sakuragi Sensei juga mengundang para orang tua. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana positif di keluarga. Agar mereka memberi dorongan positif dan motivasi kepada anak-anak mereka yang di persiapkan untuk memasuki Todai. Tapi, apa yang terjadi? Masing-masing orang tua dengan segala ke-ego annya merasa sudah mendidik anak dengan benar. Padahal selama ini, siswa-siswa ini tak pernah mendapat penghargaan akan setiap keberhasilan yang mereka lakukan. Selalu saja salah. Hhfff…..yang menarik adalah perkataan dari Sakuragi Sensei: ‘mengulangi perkataan yang di katakana oleh anak-anakmu adalah cara yang paling efektif untuk memperllihatkan bahwa engkau peduli, engkau menjadi pendengar yang baik bagi anak-anakmu”. Bukankah begitu? Seringkali orangtua tidak mempedulikan apa yang dikatakan oleh anak-anak mereka. Orang tua terkadang hanya mau di dengar, tapi tak mau mendengarkan.


Wah, panjang sekali tulisanku ini, hehe.. iya deh, ini yang terakhir nih. Pelajaran moral nomer 4 :
Jika kamu seorang guru dan mendapati murid-muridmu kelaparan di tengah laut, apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan mencarikan mereka ikan agar mereka tetap bertahan hidup?? Jika jawabanmu iya, maka ketahuilah, bahwa cara itu tidak selalu benar. Jika kamu mencarikannya ikan, akankah kamu lakukan itu selamanya? Sampai mereka tua? Tidak mungkin! Bukankah lebih baik mengajarkan mereka cara mencari ikan, di bandingkan mencarikan mereka ikan? Dengan mengajari mereka cara mencari ikan, kita mengajarkan kemandirian pada mereka. Mereka tidak akan bergantung pada kita. Guru yang baik adalah guru yang mengajarkan cara mencari ikan, bukan malah mencarikan mereka ikan. Terkadang, di dalam hati seorang guru, ada rasa menganggap remeh para murid dan kita tidak mengakui kemampuan mereka. Guru yang baik, meski muridnya tidak bisa mengerjakan sesuatu, akan mengajari mereka dan mempercayainya! Dan akan memberi mereka kebebasan untuk berekspresi!!


Finally, siapakah yang berhasil masuk Todai di antara 5 target tadi?? Hehehe… yang lulus masuk Todai cuma 3 orang: Okuno, Yajima dan Kousaka. Dan bagaimana dengan yang tidak lulus? Mereka sudah berlapang dada, mereka belajar kedewasaan, mereka takkan menyerah meski sudah gagal. Ogata dan Kobayashi memutuskan akan menjadi guru sejarah di almamater mereka (Ryuuzan) dengan teknik-teknik menghapal yang sudah mereka dapatkan. At last, letih nih ngetiknya. Udah capek, hehe…lebih seru nonton sendiri deh. Dan buat para guru, jadi guru tuh kudu gaul, keren, mau belajar banyak, mau rendah hati sama murid. Toh dengan rendah hati tidak merendahkan martabat seseorang. Justru itu meninggikan martabat serta menjadikan kita semakin bijak. Wah, jika semua guru berpikiran, bahwa MENGAJAR ADALAH AMANAH, niscaya wajah pendidikan Indonesia akan cerahhhhhhhhhhhh. Secerah mentari di pagi hari.


Jumat, 05 Juni 2009

Semua Berawal dari Keteladanan


Hm, blogging for the earth? Baru pertama kali ikut beginian niy. Hehe.. semoga tulisannya bisa menginspirasi para pembaca dan para pemirsa sekalian untuk turut aktif dalam proyek amal dan agenda-agenda kebaikan untuk diri kita, keluarga, tanah air, dan dunia.


Setiap kali saya menatap pulau yang ada di Indonesia di atas peta, setiap kali itu pula saya terkagum-kagum akan keindahan negri kepulauan ini. Mulai dari letak geografisnya, negeri yang kaya akan budaya, kaya suku bangsa. Sepertinya Indonesia memang memiliki bentuk pulau yang unik sekali dibanding dengan berbagai negara yang ada di dunia ini.
Negri yang kaya rempah-rempah. Yang membuat para penjajah betah untuk tetap tinggal di negeri ini. Meski sudah merdeka 63 tahun lalu, tapi penjajahan neoliberal tetap berlangsung, ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat masih membelenggu negri ini.


Sebagaimana indahnya Indonesia, keindahan itu pun terasa di sini. Di tanah ini, tanah Kalimantan barat yang beribukotakan Pontianak. Propinsi terbesar keempat di Indonesia, dengan luas 146.807 km² yang memiliki 12 kabupaten dan 2 kotamadya. Ada sejemput impian, segenggam asa, serumpun keindahan, segudang potensi, puluhan suku bangsa, jutaan penduduk ada di provinsi yang dijuluki sebagai provinsi “Seribu Sungai” ini. Karena memang kondisi geografisnya yang memiliki ratusan sungai besar dan kecil. Lebih terkenal sebagai kota khatulistiwa, karena dilewati garis equator.


Hm, bicara Indonesia dan Kalimantan Barat, ada banyak hal tentang negeri ini. Terlepas dari banyaknya anekdot yang menceritakan betapa bobroknya negri ini, saya yakin ada banyak hal yang tidak di ekspos oleh publik akan kebaikan-kebaikan negeri ini. Toh tidak ada gunanya saling menyalahkan kenapa negri ini jadi seperti sekarang. Lebih baik, singsingkan lengan baju, bekerja lah maksimal, lakukan yang terbaik untuk tanah air kita. Kalo kita berusaha menjadi lebih baik, maka segala sesuatu yang ada di sekitar kita akan ikut menjadi baik. Cara terbaik untuk mengubah dunia ini menjadi baik adalah “keteladanan”. Memulai segala sesuatunya dari diri sendiri.

Sekian banyak persoalan bangsa yang begitu kompleks, saya sangat yakin, negri ini bisa keluar dari permasalahan bangsa yang rumit, runyam, seperti benang kusut. Kita harus bersabar mengurai masalah-masalah tersebut dan mencari penyelesaiannya. Dan itu butuh proses yang tidak cepat.

Belajar dari pengalaman saya sebagai seorang guru yang baru sepekan di angkat sebagai CPNS (hehe….haddohhh, apaan siy ah?!!) di salah satu kota di Kalimantan Barat, saya sangat meyakini bahwa keteladanan mengambil porsi besar dan menyumbang paling banyak dalam meraih sukses sebuah daerah. Sekian banyak instansi, sekian banyak guru, semua terletak pada keteladanan. Seorang yang berjiwa “Negarawan” akan mampu membawa provinsi ini menuju kejayaan dan kesuksesan. Apalagi yang di tunggu? SDA berlimpah, ilmuwan, teknisi, pendidik, semua sudah tersedia. Namun hal yang maha penting adalah, kita butuh seseorang yang bermental “Negarawan”, orang yang berjuang dan bekerja untuk negara dan tanah airnya, bukan untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Sekian tahun saya kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, kampus yang melahirkan para pendidik itu, baru sekarang lah saya bertemu dengan "the real education world". Wajah dunia pendidikan Kalimantan Barat saya rasa mampu diwakili oleh sekolah tempat saya mengajar saat ini. Di setiap tempat, tentu saja ada kekurangan dan kelebihannya. Tapi kali ini, saya tak hendak mengumbar kebobrokan di dunia pendidikan kita, lebih baik kita belajar keteladanan orang lain.


Pertama kali saya ke sekolah tempat saya bertugas, saya sudah mencium aura keteladanan itu dari kepala sekolahnya. Saya tidak pernah jemu mendengarnya bicara. Saya jadi berasa bicara dengan sang alkemis. Hehe..seperti novelnya Paulo Coelho itu lho, “The Alchemist”, petuah-petuah bijak, pelajaran-pelajaran moral, kebaikan-kebaikan kehidupan ini, saya dapatkan. Setiap pagi beliau membiasakan murid-murid untuk sama-sama mendengarkan lagu bertemakan menjaga lingkungan. Bersamaan itu pula, siswa di ajak bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah. Tak tanggung-tanggung, beliau pun ikut memegang sapu dan membersihkan ruangan. Inilah keteladanan yang saya maksud. Sama halnya ketika saya dan beberapa teman tersangkut masalah adiministrasi di salah satu instansi, beliau menyampaikan pelajaran moral yang akan saya ingat sepanjang hidup saya. Bahwa kemarahan sangat tidak bijak di bawa dalam masalah apapun, karena melibatkan banyak orang. Sesuatu yang sudah keluar dari lidah kita, tak bisa di tarik kembali. “Ambil hikmahnya”, itulah kata-kata yang selalu keluar dari sosok guru yang satu ini. Meski sudah menjadi orang nomor satu di tempat saya mengabdikan diri, beliau tetap rendah hati dalam segala hal. Ah, saya betah nih di sini. Bani cinta Singkawang. Bani cinta Bu Novianti, sang kepala sekolah, Bani cinta rekan-rekan guru disana, Bani sayang sekali dengan murid-murid di sana, wajah-wajah penuh keceriaan, wajah-wajah para penerus bangsa, merekalah para pewaris sah negri ini, merekalah tumpuan harapan bangsa ini.

Kalaulah ditanya, apa yang sudah saya lakukan untuk lingkungan saya, maka saya akan menjawab, tidak banyak yang bisa lakukan untuk memperbaiki lingkungan hidup kita dengan masalahnya yang begitu kompleks. Illegal logging, banjir, longsor. Ah, lakukan saja apa yang bisa di kerjakan semaksimal mungkin. Bagi saya, setiap amal kecil itu bernilai pahala di sisi Allah. Kebiasaan baik saya yang satu ini adalah satu amal kecil yang kalo di lakukan banyak orang akan menjaga bumi kita dari bencana akibat manusia, buang sampah pada tempatnya. Hehe… simple banget ya. Tapi dari hal sederhana itulah, segala yang kompleks tercipta. Bungkus permen, bungkus snack, kantong plastik, di simpen dulu dalam tas, kalo nemu tong sampah, baru deh di buang. Tas ku pernah di penuhi oleh bungkus permen, abisnya gak nemu-nemu tong sampahnya. Nah, peringatan juga sih buat instansi-instansi pemerintah maupun swasta, agar menciptakan lingkungan yang bersih, maka sediakan tempat pembuangan sampah yang terjangkau banyak orang dan mengandung seni dan kerapian. Misalnya, tong sampahnya berbentuk beruang, atau apalah itu, biar gak keliatan kalo itu tong sampah. Hehe.. kan menarik jadinya. Tata kota nya jadi indah, bersih. Pasti orang-orang jadi suka dan cinta dengan kota dan tanah airnya sendiri. Dampaknya, turis-turis asing (yang katanya bisa nambah uang kas negara itu dengan kehadiran mereka) akan merasa nyaman dan aman di sini. Trus apalagi yang bisa dilakukan? Saya sebagai seorang guru, berjuang di dunia pendidikan. Bagaimana menumbuhkan karakter pemimpin dan negarawan pada sang anak didik. Agar kelak, ia mampu membawa kota ini menjadi lebih bermartabat. Semoga saja

Hm.. apalagi ya..dah itu aja lah. Duh, nyambung gak sih ama tema gawai blogger 2009 ini? Hehe…anyway, yang penting bisa ikut acaranya tanggal 22 juni 2009 nanti. See u all, blogger community ……….


Sumber gambar : http://araskanews.files.wordpress.com/2008/09/environment.jpg



Minggu, 10 Mei 2009

Manifesto Bara-isme


Doakan aku dalam sujud-sujud malammu. Sebut namaku dalam rabithoh pagi-sore mu, Nit… aku sedang mencoba menelusuri hidup dan kehidupan, mati dan kematian.

Sohib saya sejak bangku SMP kelas 1 kali ini memprotes saya. Tepatnya dia khawatir sama saya. Apa pasal? Gara-gara postingan saya yang satu ini, dia kayaknya worry banget ma gue. Hehe.. makasih, Honey.. aku tau kamu mengkhawatirkanku. Aku tau kamu sayang sekali denganku. Aku baik-baik saja di sini. Aku masih bisa menikmati sarapan pagiku. Aku masih bisa beraktifitas seperti rutinitasku sehari-hari. Tidak ada yang aneh. Sumpah deh. Beneran. Suer.. hehe.. tapi terimakasih kawan. Karena kekhawatiranmu itu, aku jadi tau, bahwa aku cukup berarti bagimu. Bagiku, itu lebih dari cukup.

Doakan aku dalam sujud-sujud malammu. Sebut namaku dalam rabithoh pagi-sore mu, Nit… aku sedang mencoba menelusuri hidup dan kehidupan, mati dan kematian.

”Anti yang membimbing Ta ke jalan ini. Dan Ta berterimakasih sama anti. Ta gak mau kehilangan lagi.”

Begitu kira-kira katamu malam itu yang lebih bernada cemas. Malam yang sesungguhnya aku sedang menikmati kesendirianku. Membaca artikel koran. Menulis agenda-agenda kedepan. Merancang masa depanku. Hehe.... sudahlah. Teruskan saja membacamu. Tak usah khawatir, Sayangku. Jika cinta itu ada di antara kita, maka ia akan hidup. Terus dan terus. Dalam hatimu. Ia takkan jauh darimu. So, don’t be worry about me, my dear.

Doakan aku dalam sujud-sujud malammu. Sebut namaku dalam rabithoh pagi-sore mu, Nit…. Karena hanya itu yang aku butuhkan.

Aku bisa jalan sendiri kok. Menghadapi masalahku. Sendiri. Kau tak perlu mempertanyakan tentang hal-hal yang kamu tau, takkan ku buka pada siapapun.

Pernahkah kau mendengar aku mengeluh di depanmu sepanjang perjalanan hubungan kita? Tidak pernah bukan? Karena aku menceritakan masalahku hanya pada mereka. Pada cinta yang tak pernah mati dan tak pernah tidur. Kepada Sang Pemilik Cinta yang memberiku hidup dan kehidupan. Kepada langit, awan gemawan, laut, senja, matahari. Karena mereka setia mendengarku, tidak pernah mengeluh meski aku menceritakan berjuta masalah. Dan tentu saja kepada hatiku. Ia tak pernah dusta. Cermin yang paling rahasia, paling jernih, dan menemaniku kemanapun aku pergi. Dan satu lagi, mereka sangat SETIA dan JUJUR. Mereka tak pernah mau membongkar masalahku pada siapapun. Ah, itulah keunikan mereka. Karena nya aku percaya....

At last, aku akan baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkan ku lagi…. Doakan aku dalam sujud-sujud malammu. Sebut namaku dalam rabithoh pagi-sore mu, Nit... Biarlah sejarah yang bercerita dan zaman yang akan menjadi saksi atas semua nya… Lets move. Go go go …. For our future.. :-)



Selasa, 05 Mei 2009

Met Jalan, cinta...


Lisna? pendiem, gak banyak nyerocos macem2 lah. Sahabat baik untuk tetap berdiri. Kuping yang pas buat cerita banyak, termasuk yg secret-secret. Tapi yang jelas sih, daku lebih rusuh dan ribut di banding dia. Hihi.. Tukang ojek yang baek, perfect, di anter ampe tujuan.

Honey Buny tutti fruttii,,, how are you today? Gimana kondisi kota Jakarta. Lampu-lampu di jalan-jalan, warna warni kota Jakarta. Arus lalu lintas berikut kepadatannya. Beda kan ama Pontianak.

Hm, cuma pengen bilang, ”Sukses aja buat karir, dakwah, dan cintamu....”. hehe...